Macam mana nak jawab lau ada budak kecik tanya “mak.. setan tu aperr?”

Setan, kawan yang tak mesra. hampeh lagi tak guna (again copy n paste.. huhu-meylya.wordpress.com)

Dalam sebuah kisah orang-orang suci diceritakan. Suatu hari, seorang sufi sedang tertidur di sebuah bangunan tua yang akan roboh. Saking nyenyaknya tidur sang sufi, hingga Ashar hampir ‘habis’, dia masih mendengkur di bawah bangunan.

Saat itulah datang seorang tua. Dia membangunkan tidur orang suci ini. Sang sufi yang sudah terasah batinnya itu terpana tatkala membuka mata. Ia tahu, yang membangunkannya adalah setan yang menjelma sebagai orang tua. Sang sufi pun menegur. “Aku tahu kamu setan, tapi mengapa membangunkan aku untuk menunaikan salat Ashar?”

Setan ini menjawab tenang. “Sudah tunaikan dulu salatmu. Habis salat, pertanyaanmu akan aku jawab. Cepat sekarang ambil wudhu dan tunaikan perintah Tuhanmu.”

Sang sufi beranjak meninggalkan bangunan tua itu. Dia ambli wudhu, dan menunaikan salat ashar di pohon rindang yang ada di samping bangunan itu. Saat salat, bangunan tua itu roboh. Sang sufi yang khusyuk tidak mendengar itu. Habis salat, sang sufi yang penasaran mendekati setan itu. Dia kembali bertanya, motivasi apa yang membuat setan itu membangunkan dan menyuruhnya sembahyang.

Apa jawab setan itu? “Lihat bangunan yang kamu tiduri tadi. Bangunan itu roboh. Kalau kamu masih ada disitu, kamu akan mati tertimpa reruntuhan. Janji Allah, surga bagimu. Itu artinya, tertutup sudah pintu untuk menggodamu. Aku tidak rela kamu masuk surga.”

“Kamu kubangunkan salat, agar kamu terhindar dari kematian itu. Sekarang kamu masih hidup. Aku masih punya kesempatan untuk menggodamu agar masuk neraka.”

—————– itulah setan 

No comments yet. Be the first.

Leave a Reply