Apabila musibah menimpa…

Mati itu Pasti hidup itu ujian. dulu masa aku pegi kursus Biro Tata Negara dalam group aku kiterang kena cerita pasal penghalaman dan cita2. aku pun ceritalah pasal pengalaman kucing aku mati sekor demi sekor dan cita2 besar aku. begitu juga ahli2 group yang lain.. instructor tu nengok muka aku dan cakap.. wani, awak cuma kehilangan kucing. awak tahu tak kehilangan yang besar dan lebih perih itu apa? .. aku tak terjawab. dia pun tunjuk kat sorang member yang kehilangan kakak kerana kanser (lau tak silap)… itulah keperihan yang payah. menghadapi kehilangan kematian. sungguh! aku terkesan dengan kata2 tuh sebab instructor tu memang menuding betul kat aku compare kat ahli group yang lain..

semenjak hari itu hingga sekarang, aku belum pernah menghadapi kehilangan kematian dikalangan yang rapat tapi aku sungguh takut memikirkannya. sungguh takut waima bila bermimpi org2 yang aku sayang pergi atau kemalangan… jantung aku boleh jatuh bersepah2. bila dikabarkan berita dari kampung mak atau bapak aku sakit.. Ya Allah! aku macam nak terbang jer balik Johor. Sungguh, instructor tu telah berjaya buat aku takut sebelum masanya. Yang baiknya aku jadi menghargai mereka.

Tapi tidak selalu begitu… ada juga insan2 yang aku sayang aku tak mampu beri yang baik.. walaupun mereka belum pergi meninggalkan dunia fana ini tapi yang sorang telah meninggalkan aku tanpa khabar berita kecuali yang diperkhabarkan oleh org kampung. Mak Kata, “selagi hidup boleh dicari. nak maki hamun ke nak merayu.. orangnya masih ada” .. dan yang seterusnya… kerana ketakutan melampau akan satu kehilangan… belum hilangpun aku dah cuba mencari jalan supaya kehilangan yang satu ini tidak berakhir dengan buruk..

———————–

dalam pada itu.. seseorang telah bercerita tentang Ummu Salamah yang suaminya mati Syahid kerana luka parah di perang Uhud. sebelum kematiannya suaminya, Suaminya itu berkata kepada Ummu Salamah

“Aku mendengar bahawa Rasulullah bersabda “Tidaklah suatu musibah yang menimpa salah seorang dari kaum muslimin, kemudian ia mengucapkan kalimat tarji’ (mengembalikan semuanya kepada Allah)(Al-baqarah ayat 156 tafsirnya: ORANG-ORANG YANG APABILA DITIMPA MUSIBAH, MEREKA BERKATA,”INNA LILLAHI WA INA ILAIHI RAJI’UN”. (SESUNGGUHNYA KAMI MILIK ALLAH DAN KEPADA-NYALAH KAMI KEMBALI) tatkala musibah itu dating kemudia dia mengatakan:            “Ya Allah ya Rabb Kami, berilah pahala dalam musibahku ini, dan gantilah yang lebih baik untukku,” tiada lain Dia (pasti) menggantikannya dengan yang lebih baik.”   (allahumma ajirni fi mushibati wakhluf li khairan minha).

Kemudian, setelah kematian suaminya dan rasulullah telah mengajari doa yang sama (allahumma ajirni fi mushibati wakhluf li khairan minha). walaupun hatinya agak keberatan memikirkan siapakah yang lebih baik dari suaminya Abu Salamah.

para sahabat kemudiannya telah datang melamarnya tapi kesemuanya ditolak dengan baik hinggalah Suatu hari, saat Ummu Salamah  menyamak selembar kulit, Rasulullah minta izin untuk menemuinya. Ummu Salamah pun mengizinkan. Diletakkan sebuah bantal untuk beliau yang terbuat dari kulit dan di dalamnya berisi sabut. Beliau duduk di atasnya dan berbicara kepadanya untuk melamar dirinya. Ummu Salamah hamper tidak percaya terhadap apa yang didengarnya.

            Ia (segera) teringat perkataan Abu Salamah: “Berilah ganti untukku yang lebih baik dari dia.” Ia berkali-kali berkat pada hatinya: “Ini adalah kebaikan…..” Tetapi karena kejujuran dan keimanan wanita tersebut, lamaran tersebut justru membuatnya bimbang. Ia kemudian mengungkapkan kekurangan-kekurangannya kepada Rasulullah.

            Ia kemudian berkata: ”Selamat datang wahai Rasulullah. Saya bukannya tidak mau menerima engkau, tetapi saya ini wanita yang sangat pencemburu. Saya takut engkau melihat sesuatu pada diri saya sehingga dengannya Allah menyiksaku. Saya juga wanita yang telah memasuki usia tua. Selain itu saya sudah mempunyai anak.”

            Beliau Shalallahu ‘alaihi wassalaam berkata:

            ”Adapun perkataanmu bahwa kamu adalah wanita yang telah berusia lanjut, maka aku lebih tua darimu! Tidak ada celaan bagi seseorang ketika dikatakan kepadanya bahwa ia telah menikah dengan seseorang yang lebih tua. Adapun perkataanmu bahwa kamu adalah ibu dari anak-anak yatim, sesungguhnya mereka semua berada dalam jaminan Allah dan Rasul-Nya. Adapun perkataanmu bahwa kamu seorang wanita yang sangat pencemburu, maka aku akan berdo’a kepada Allah agar Dia menghilangkan hal itu dari dirimu.”

            Ummu Salamah pun menyerahkan dirinya kepada Rasulullah

—————————————————————————————————-

Amalkanlah doa yang diajarkan oleh Rasulullah kepada Ummu Salamah ini dengan disertakan tawakkal dalam kita menghadapi apa2 musibah.

[semoga kamu juga begitu.. Amin]

—————————————————————————–

orang yang cerita kat aku pasal kisah nih cerita tentang dia dulu frust nonggeng kena tinggal bopren. dia amalkan doa diatas… pastu sekarang dapat laki lagi baik dan lemah lembut… Alhamdulillah.

No comments yet. Be the first.

Leave a Reply